Melalui page worship / penyembahan ini akan menginspirasi supaya gereja bangkit dalam penyembahan.
Mereka dapat mengerti penyembahan yang mereka lakukan, hal-hal yang dinamis dalam alkitab.
Sehingga gereja-gereja GBT maupun kaum muda GBT menjadi penyembah-penyembah yang dinamis dan berkenan di hadapan Tuhan.
Pujian penyembahan bukanlah lagu-lagu penghantar sebelum khotbah atau
lagu-lagu pembuka sebelum "bagian terpenting" yaitu Firman Tuhan atau
lagu-lagu yang di nyanyikan untuk menunggu koor / paduan suara atau
untuk menunggu kesaksian.
Pujian penyembahan dalam gereja itu menguasai 50% jalannya acara.
Jadi bila seseorang datang dalam ibadah di gereja anda, dan tidak dengan serius saat pujian penyembahan, berarti:
50% dari ibadah dalam gereja anda tidak diperhatikan
50% dari ibadah dalam gereja anda tidak menarik
50% dari suguhan ibadah dalam gereja anda tidak menyenangkan
Berarti 50% dari ibadah anda yang seharusnya orang merasakan jamahan /
hadirat Tuhan, menjadi sesuatu hal yang tidak dapat membuat orang
merasakan jamahan / hadirat Tuhan.
Sebenarnya pujian penyembahan mempunyai kuasa yang luar biasa. Banyak
hal bisa terjadi saat pujian penyembahan itu dinaikan, mujizat bisa
terjadi, kesembuhan bisa terjadi, beban berat bisa diangkat, yang
terikat bisa dilepaskan.
Story:
Paulus dan Silas di Penjara Filipi.
Ketika mereka
di penjara…mereka nyembah! Waktu mereka nyembah, Kisah 16: 26 – terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga
sendi-sendi penjara goyah…terbukalah semua pintu
dan terlepaslah belenggu mereka semua.
Kalau kita pelajari kota Filipi – tidak pernah terjadi gempa. Gempa bukan
hal yang biasa terjadi di kota Filipi.
Tapi lewat hal ini, ketika kita menyembah, hal yang luar biasa terjadi
Paulus dan Silas di belenggu (diikat)
dimana? Ayat 24 mengatakan – kaki mereka di belenggu.
Tapi jaman itu…Belenggu itu bukan hanya
kaki. Tetapi juga leher dan tangan “5 woods collar”.
Namun ketika mereka menyembah –
belenggu-belenggu di lepaskan.
Belenggu di leher bicara tentang pikiran yang di tawan / di korupsi oleh kedagingan, iblis, maupun hawa nafsu.
Belenggu di tangan bicara tentang sikap kita yang di
korupsi oleh iblis, hati yang cemar, cabul, dll.
Belenggu di kaki bicara tetang tujuan yang di
kacaukan oleh iblis.
Kuasa Penyembahan … melepaskan kehidupan
manusia dari belenggu-belenggu iblis, ikatan-ikatan dosa. Nama Tuhan di permuliakan.
Sejak
kecil kita mengetahui bahwa kita memuji menyembah Tuhan dengan bertepuk
tangan, angkat tangan, menyembah dengan bersuara, dsb.
Ketika kita sudah mulai dewasa, banyak yang memilih dan ingin terlibat dalam pelayanan sebagai Worship Leader alias pemimpin pujian penyembahan.
Tetapi pada kenyataannya, banyak sekali ditemui para Worship Leader
tidak mengetahui mengapa harus tepuk tangan, mengapa harus angkat
tangan, mengapa harus menyembah dengan bersuara bahkan mereka tidak
mengetahui mengapa jemaat harus berdiri maupun duduk saat memuji
menyembah Tuhan.
Karena ketidak tahu-an inilah yang membuat ajakan kita pada jemaat tidak tepat dan itu membuat ajakan kita menjadi hampa / tidak ada kuasanya.
Saat penulis memberikan sebuah train dalam Worship Leader class. Penulis bertanya mengapa harus bertepuk tangan, mengangkat
tangan, menyembah, berdiri, duduk. Ternyata para peserta tidak ada yang
menjawab dengan tepat. Kebanyakan dari mereka menjawab, untuk
memeriahkan suasana, sebagai ekspresi, sudah tradisi.
Sebenarnya setiap gerakan yang kita lakukan diatas, itu ada makna dan tujuannya.
Sikap puji-pujian yang agung (Yadah)
Saat anda memuji Tuhan, ada sikap puji-pujian yang keluar dari kata Yadah:
Mengangkat tangan - Daud ( Mazmur 141:2, Mazmur 143:6 )
Bersyukur - lewat lirik dalam pujian, lewat hati yang menyembah (Mazmur 100:4)
Mengapa kita berdiri saat memuji Tuhan?
Lihat dalam Mazmur 122:1-4
Ini menunjukan saat kita berdiri, kita menaikkan syukur kita pada Tuhan, dan kita sedang berada didalam Bait Tuhan.
Dalam bahasa Ibrani ada 7 kata tentang pujian penyembahan:
Yadah - angkat tangan menyembah / mengagungkan / surrender - I'm all yours
Tehillah – menyembah / worship secara spontan – penyembahan
Contoh: we love you lord, You are lover of my soul.
(bukan dilatih/disengaja, tetapi spontan keluar dari hati)
Barak – sujud / kneel
Bukan hanya tubuh yang menyembah, tapi sikap hati yang menyembah ( you
are my King, you are my Lord ).
Halal – bersih (of sound / colour) – warna / suara yang bersih / jernih.
Dalam hal apa? halal sifatnya Boast / bangga, celebrate, shine. Like mad man, Celebrate. Mazmur 18:4, Mazmur 22:23.
Towdah – setuju dengan apa yang terjadi ( disertai angkat tangan ).
Contoh: amen (sambil acungkan tangan).
I believe, I received (angkat tangan).
Percaya hal-hal supranatural yang Yesus sedang
kerjakan ditengah kita.
Zamar – penyembahan dengan musik atau musik menyembah Tuhan. ( kecapi, ceracap )
– celebrate with song / music.
- Memuji dengan keluar suara: Menyanyi dengan keras
( banyak yang malu mengeluarkan suara )
Mazmur 47:2 berkata, “…Elu-elukanlah Allah dengan sorak sorai.”
Mazmur 48:4 berkata, “Bersorak-soraklah bagi
Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersoraksorailah dan bermazmurlah.