Kolaborasi membuat hal besar nyata Oleh Pj. Ezra Soetopo
KOLABORASI MEMBUAT HAL BESAR NYATA!
Anda ingin melihat:
1. GBT menjadi organisasi yang leading dan
menyenangkan Tuhan?
2. Gereja anda menjadi gereja yang dipenuhi dengan
jiwa-jiwa baru dan menjadi berkat buat gereja-gereja lain?
Bees can show you something about
teamwork. On a warm day about half the bees in a hive stay inside beating their
wings while the other half go out to gather pollen and nectar. Because of the
beating wings, the temperature inside the hive is about 10 degrees cooler than
outside. The bees rotate duties and the bees that cool the hive one day are
honey gatherers the next.
Salah satu hal yang dibutuhkan
setiap manusia untuk melihat keberhasilan dalam kehidupan mereka (keluarga,
sekolah, pekerjaan, pelayanan, suami istri-anak ortu, dll) adalah hal yang
disebut dengan kolaborasi. Banyak orang tidak dapat berkolaborasi / bekerja
sama dengan orang lain, sehingga keberhasilan / berkat tidak tercapai dalam
kehidupan mereka.
Mengapa banyak masalah dalam
keluarga yang tidak terpecahkan, suami istri, saudara, anak ortu, pekerjaan,
sekolah maupun pelayanan.
Yang menjadi masalahnya ternyata
manusia tidak menyadari betapa pentingnya KOLABORASI / teamwork.
Teamwork yang luar biasa membuat hal-hal dapat
terjadi lebih dari segala hal dalam organisasi. Lebih dari skil, kualifikasi,
uang! Baik dalam keluarga, gereja, pelayanan, bisnis, pribadi.
A well known football manager once commented in an
interview "It’s easy to get good players. It’s getting them to play
together that’s the hard part!"
“Bersama-sama
kita dapat meraih hal yang lebih” dan “tidak ada yang dapat lebih pintar
daripada kita semua”. Jika merubah dunia itu adalah target, maka hal itu
akan menjadi hal yang terlalu besar untuk dibebankan kepada 1 orang.
Sejak awal dunia ini diciptakan, Tuhan sebenarnya
mengajarkan kepada kita bagaimana bekerjasama.
Contoh
yang terdapat dalam Alkitab: Kej 1:26: “Berfirmanlah Allah:
"Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya
mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas
ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di
bumi."
Kata ‘Kita
menjadikan’ dan ‘gambar dan rupa Kita’ apakah artinya?
Beberapa argumentasi:
a.Sebagian orang mengatakan seperti
sebuah kerajaan, kata-kata seorang raja bisa mengatakan: “Kita akan
melaksanakan permintaan anda.” Tetapi dalam jaman PL (Ibrani) tidak ada
contoh-contoh dimana orang memakai kata-kata bentuk jamak dalam percakapan
tunggalnya. Jadi pernyataan ini tidak dapat dipakai.
b.Ada yang lain
lagi yang mengatakan, waktu itu Allah berkata-kata kepada malaikat-malaikat.
Tetapi malaikat-malaikat tidak ikut berpartisipasi dalam penciptaan manusia,
dan juga manusia tidak diciptakan menurut gambar dan rupa malaikat. Jadi ini
tidak dapat dibuktikan benar.
c.Penjelasan yang terbaik adalah yang
terdapat dalam Kej 1:26 tadi, bahwa Allah mempunyai pribadi yang jamak dalam
diriNya sendiri. Kita sendiri juga tidak dijelaskan tentang ada berapa pribadi
yang ada disana, tetapi kita dapat melihat bahwa ada lebih dari satu yang
terlibat.
Contoh
lain dapat kita liat dalam Kej 3:22 “Berfirmanlah TUHAN Allah:
"Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita,
tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia
mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan
memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.”
Kej
11:7 “Baiklah Kita
turun dan mengacaubalaukan di sana
bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing."
Yes 6:8
Lalu aku mendengar
suara Tuhan berkata: "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau
pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"
Kalau kita
lihat dalam terjemahan Indonesia
baru ini ada kata yang salah. Kita bisa lihat di terjemahan Bahasa Indonesia
Sehari2 lebih mirip dengan terjemahan2 yang lain di bahasa Inggris dan bahasa
aslinya:
(BIS) “Lalu
saya mendengar suara TUHAN berkata, "Siapa akan Kuutus? Siapa
akan menjadi
pembawa berita kita?" Saya menjawab, "Ini saya. Utuslah saya!"
Ini lebih mirip yang ditulis dalam
tulisan aslinya. (menurut ASV dan KJV)
Ketika
kita melihat bahwa penulis-penulis dalam PB seringkali menggunakan nama “Allah”
(theos) untuk menunujukan Allah Bapa, dan nama “Tuhan” (Kurios) untuk menunjukan
Allah Anak.
1 Kor 12:4-6 Ada
rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi
satu Tuhan. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi
Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua
orang.
Hal yang
sama juga yang dijelaskan dalam 2 Kor 13:13 “... Kasih karunia Tuhan
Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan
persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.”
Disini
kita melihat 3 pribadi ini disebutkan secara individual.
Demikian
juga dalam Ef 4:4-6 “satu tubuh, dan satu Roh,
sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam
panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu
Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di
atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.
Contoh
Alkitab lain:
Luk 5:17-26 org lumpuh yg digotong-dimasukan lewat
atap oleh kawan2 mereka.
:20 Ketika Yesus melihat iman mereka,
berkatalah Ia: “dosamu sudah diampuni.”
Banyak orang takut untuk bekerja sama dalam banyak
hal (pekerjaan, sekolah, bahkan pelayanan). Padahal ketika kita bekerja sama,
pekerjaan tersebut jadi lebih ringan buat kita, dan dengan hasil yg lebih besar
(Berrett-Koehler Publications,
www.bkconnection.com) by Dr. Christopher Avery, whose Austin,
Texas- based Partnerwerks
consults for companies that include 3M, Exxon and IBM. Dr. Avery is a kind of
Ayn Rand of individualism among group experts.
Hal-hal yang salah dalam tentang
kerjasama:
1. Anda harus menjauhkan keinginan
pribadi anda dari tim anda.
While Avery doesn't like to lapse into sports
metaphors, he notes that the big leagues have successfully bridged the
individual-team gap. On a pro basketball team, for instance, players are
motivated to be winners individually (so they can sign multi-million-dollar
contracts and earn product endorsement fees). But they're also motivated to
work as part of the whole, so the team can win more games and become a more
valuable franchise, which enhances each player's own fortune.
"The secret is in seeing how individual and
group fates are linked," says Avery, and the same holds true on the job.
For teams to succeed, each worker must feel as if he or she is also advancing
as an individual.
2. Membangun tim itu kompleks dan
membutuhkan orang2 hebat.
"The truth is, teamwork is an
organic human process that we lose touch with between the ages of four and
seven when authority enters the picture. People have inherent team skills;
teamwork happens spontaneously all the time."
Contoh Alkitab:
Gideon memilih 300 org, bukan dipilih oleh Tuhan
orang-orang yg jago perang, tetapi siapa yg tidak takut saja.
3. Membangun tim membutuhkan uang dan
waktu, dan menjauhkan kita dari pekerjaan yang nyata.
Secara alami, tim itu sementara saja
dan tidak formal. Mereka memiliki tujuan yang jelas dan hasil yang nyata, dan
mereka terbangun dari ketertarikan bukan karena hanya tugas.
4. Setiap orang harus suka satu sama
yang lain agar menjadi efektif.
Yang mengikat sebuah tim itu untuk tetap bersama
adalah perasaan terhadap tujuan/target. Tanpa memiliki tujuan yang jelas, tim
itu akan buang waktu dengan sendirinya.
“Kalau seorang manager tidak di respek oleh tim nya, maka manager
tersebut tidak akan dapat pernah menggapai sebuah hasil.”
Untuk berkolaborasi diperlukan: -Shared vision
or goal (mengenal visi dan gol)
-Results driven (selalu fokus kepada hasil yang dicapai)
-Sense of team identity (memiliki kepekaan terhadap identitas tim tersebut)
-Competent team members (Kemampuan anggota tim tersebut)
-Mutual trust and respect (ada percaya dan respek)
-Inter-dependence among team members (ada rasa kebergantungan antara anggota
tim tersebut)
Ada beberapa cara yang berbeda untuk
melihat orang.
Casey Stoner. Motor-ban-tim-pembalap. Harus
kerjasama meskipun lebih baik tapi kalo tidak bisa kerjasama percuma.
Masakan: meskipun garam nya hebat,
kecapnya mahal, tapi kalau nyampurnya ga pas, ya percuma. Kasih kecap asin yg
mahal buatan jepang, tp kalau mustinya dikasih kecap manis ya ga cocok.
John Sculley orang hebat, dia jadi pemimpin
perusahaan yg hebat, dia pikir tdk perlu Steve Jobs. Tetapi kettka Steve J.
keluar dia melihat pentingnya kolaborasi.
Steve Jobs:
Mulai:
1976 Jual barang-barang miliknya, mulai
bisnis di garasi rumahnya.
Product pertama nya berhasil menjual 50 unit komputer.
Mulai berkembang pesat.
1983 menggaet John Sculley dari Pepsi Cola untuk
memimpin perusahaan komputernya.
1985 dikeluarkan dari perusahaannya sendiri.
Usaha baru: Next komputer
gagal
Animasi Pixar berhasil: Toy Story, Finding Nemo, dan
Hasil:
Saat perusahaan komputer itu ditinggal, perusahaan
komputer lainnya maju berkembang pesat (IBM & Microsoft), perusahaan
lamanya makin kalah. John Sculley dipanggil lagi masuk keperusahaan tersebut
untuk mengisi posisi pimpinan sementara. Dia mengaplikasikan teknologi yang dia
pakai di Next yg gagal, kali ini kembali dengan produk-produk MacOsX, Imac, Mac
Book, Mac Book Prol, dan iPod, dan iPhone.
Kita ini satu kesatuan, ketika satu gagal, yang lain
merasa gagal. Ketika yang lain berhasil kita juga bangga karena dia juga bagian
dari GBT.
Kita perlu mensupport satu sama lain, bahkan tidak
hanya mensupport, tetapi kita bekerjasama untuk bersama-sama membangun satu
sama lain, sehingga dalam organisasi ini kita bisa melihat perkembangan dalam
setiap pemuda di gereja saudara-saudara kita.